Jumat, 28 Agustus 2015

diary osmb hari pertama 28 agustus



                                                                                Diary osmb hari pertama
                Jum’at, 28 Agustus 2015. Hari ini adalah hari pertama osmb  jurusan atau yang lebih dikenal dengan pkkmb dan btoph endemic 2015. Dimulai pada siang hari setelah pkkmb fakultas, kita maba kesmas langsung disuruh menuju suatu tempat yang sudah dinanti para komdis yang seperti biasa berpakaian hitam dan memasang ekspresi muka khasnya . tak lama kemudian maba laki-laki menuju masjid untuk sholat jum’at sedangkan yang perempuan menuju lantai dua untuk sholat dhuhur berjamaah.
                Setelah sholat semua, kita berbaris rapi menurut kelompok masing-masing menunggu dibagikannya makan siang (yeah..  ini memang sudah ditunggu para maba. Karena kita sudah lapar sedari tadi di pkkmb fakultas -,- ). Eits… makan siang kali ini ada timing nya yaitu 7 menit pemirsa, so kita harus cepet-cepetan menghabiskan nasi box yang isinya nasi putih, sayur kangkung, sepotong daging ayam, serta mie. Jujur yak, aku nggak bisa makan cepet-cepetan kayak gitu. keselek?? Iya. perut terasa nggak enak?? Iya.  ahh..  tinggal makan aja deh disyukuri aja, ini nikmat. J
                Selanjutnya  kita mengikuti upacara ceremony pkkmb dan btoph endemic 2015. Lalu menuju ke lantai 2 gedung kesmas tepatnya di ruang kuliah IV untuk menyimak pemaparan yang disajikan bapak dan ibu penyaji.
                Sholat ashar dulu berjamaah lagi….
                Lalu lanjut menyimak pemaparan yang diberikan.
                Dari awal hingga akhir, para maba sangat antusias menyimak pemaparan itu karena apa yang disajikan berhubungan dengan jurusan kita yakni kesehatan masyarakat serta tentang SIA (sistem informasi akademik).
                Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 dan akhirnya acara hari ini selesai. Eitss.. kita harus berkumpul di depan kampus seperti saat apel tadi siang. Duh… lagi-lagi para komdis membuat kita deg-deg an. Apa ya kesalahan yang telah kita lakukan?? Ahh… kelompok kespro banyak yang maju ke depan, eh semuanya pemirsa :3 ini karena air mineral kita tidak air mineral perkakas alias 2tang seperti yang telah ditentukan panitia, pula karena belum ditempel dengan kertas putih yang bertuliskan nama dan nama kelompok. Alhasil kami mendapat hukuman menulis jurnal tentang kesehatan di kertas folio sebanyak 2lembar.
                Bersambung

Kamis, 27 Agustus 2015

essay alasan memilih kesmas dan kontribusi



Essay: Mengapa memilih Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Apa Kontribusi yang Akan Diberikan
1.    1.   Mengapa memilih Jurusan Kesehatan Masyarakat???
            Alasan saya memilih jurusan kesehatan masyarakat (public health) atau yang biasa disingkat menjadi kesmas adalah karena saya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia kesehatan serta saya senang jika bersosialisasi dengan masyarakat. Kita tahu bahwa kesehatan merupakan hal yang sangat vital bagi kelangsungan hidup manusia. Karena tanpa adanya kesehatan, seseorang yang sekalipun mempunyai kekayaan yang sangat berlimpah tidak akan bisa merasakan apa yang dimilikinya. Karenanya saya ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan.
Di era globalisasi ini kesehatan merupakan hal yang sangat diperhatikan di Negara maju. Melalui jurusan kesehatan masyarakat saya ingin menjadi aktivis kesehatan di Indonesia. Dimana saya ingin meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa Negara kita yang termasuk Negara berkembang serta memiliki kepadatan penduduk nomor 4 di dunia ini memiliki tingkat kesejahteraan dalam bidang kesehatan yang belum bisa dikatakan baik. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya kesehatan pada diri mereka masing-masing serta terbatasnya tenaga medis yang mensosialisasikan pentingnya kesehatan di masyarakat. Selain itu, tidak sedikit tenaga medis seperti dokter yang kurang bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, sarjana kesehatan masyarakat sangatlah dibutuhkan pemerintah untuk bisa bersosialisasi baik dengan masyarakat dalam ikut serta menanggulangi adanya permasalahan di Indonesia dalam bidang kesehatan.
Tidak seperti tenaga medis atau ahli kesehatan lainnya, seorang sarjana kesehatan masyarakat tidak hanya mengobati seseorang tetapi juga memberikan informasi, penyuluhan dan pengetahuan akan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri, orang lain maupun masyarakat. Seperti dalam slogan kesmas yakni “prevent, promote and protect” yang artinya mencegah, promosi dan melindungi.
Selain itu, saya memilih jurusan kesehatan masyarakat ini karena adanya dukungan dari orang tua dan guru BK saya. Suatu hadist mengatakan bahwa “Ridlallahu birridlal walidain” yang artinya Ridlanya Allah dikarenakan ridhanya orang tua. Dan ini membuatku semakin mantap dalam memilih jurusan kesmas. (Yeah… semoga Allah selalu memberiku kelancaran dan kemudahan dalam menempuh pendidikan di jurusan kesmas. Aamiin… :)
Dan pekerjaan atau aktivitas apapun yang jika dijalani dengan ikhlas, insyaAllah mendapat pahala. Aamiin.. :)
2.      2. Apa Kontribusi yang Akan Diberikan?
            Kontribusi yang akan saya berikan jika menjadi sarjana kesehatan masyarakat adalah saya akan berusaha mengamalkan ilmu yang telah saya dapatkan di perguruan tinggi ini, baik untuk diri sendiri, orang lain, maupun masyarakat.
            Pada uraian saya sebelumnya, saya ingin menjadi seorang aktivis kesehatan yang bisa meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia dan mengimplementasikan apa yang telah diajarkan kepada saya. Seperti dalam slogan kesmas “prevent, promote and protect” saya akan berupaya melakukan pencegahan adanya suatu penyakit atau wabah yang bisa jadi berbahaya dan menular dengan memberikan pengetahuan, informasi dan penyuluhan, lalu mempromosikan akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kepada masyarakat. Jika ini berhasil dilakukan berarti telah tercapai juga tugas yang protect atau perlindungan terhadap masyarakat.
            Nah, intinya saya dan para sarjana kesmas berharap bisa memberikan kontribusi yang nyata terhadap kemajuan Negara kita tercinta terutama dalam bidang kesehatan. Karena seorang sarjana kesehatan masyarakat pastilah dituntut dekat dengan masyarakat. Dengan adanya sosialisasi dan kerja sama yang baik pasti bisa menimbulkan suatu feedback (umpan balik) dari masyarakat. Sehingga bisa meningkatkan tingkat kesejahteraan atau taraf kesehatan bangsa yang merata di seluruh pelosok Indonesia serta bisa mensejajarkannya dengan taraf kesehatan Negara maju.

essay kelompok masalah pelayanan kesehatan di Indonesia

                                Essay: Masalah Pelayanan Kesehatan di Indonesia dan Solusinya

          Pelayanan kesehatan di indonesia merupakan hak dasar setiap masayarakat yang harus di penuhi dalam pembangunan kesehatan, namun banyak masalah pelayanan kesehatan yang di hadapi masyarakat sekarang, terutama tentang pelayanan kesehatan saat ini antara lain adalah masih tingginya disparitas status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi, antara perkotaan dengan perdesaan. Secara umum status kesehatan penduduk dengan tingkat sosial ekonomi tinggi, di kawasan perkotaan, cenderung lebih baik. Sebaliknya, status kesehatan penduduk dengan sosial ekonomi rendah di daerah perdesaan masih tertinggal. Secara nasional status kesehatan masyarakat telah meningkat. Akan tetapi, disparitas status kesehatan antara penduduk mampu dan penduduk miskin masih cukup besar. Berbagai data menunjukkan bahwa status kesehatan penduduk miskin lebih rendah jika dibandingkan dengan penduduk kaya. Hal ini antara lain dapat dilihat dari tingginya angka kematian bayi dan angka kematian balita pada kelompok penduduk miskin. Menurut survei angka kematian bayi pada kelompok termiskin adalah 85% kelahiran hidup pada kelompok terkaya. Demikian juga, angka kematian balita pada penduduk termiskin 90% jauh lebih tinggi daripada angka kematian balita pada penduduk terkaya. Penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita, seperti ISPA, diare, tetanus neonatorum dan penyulit kelahiran, juga lebih sering terjadi pada penduduk miskin. Rendahnya status kesehatan penduduk miskin terkait erat dengan terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan, karena kendala biay. kendala terbesar yang dihadapi penduduk miskin untuk mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan adalah ketiadaan uang, jarak ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terlalu jauh, serta adanya hambatan dengan sarana angkutan atau transportasi. Dan kendala biaya menjadi permasalahan yang cukup serius, terutama bagi penduduk miskin, karena selama ini sebagian besar pembiayaan kesehatan bersumber dari penghasilan penduduk sendiri. Pembiayaan yang berasal dari jaminan pemeliharaan kesehatan (kartu sehat yang dikeluarkan Pemerintah) hanya sedikit. Jadi penduduk harus menanggung biaya yang besar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal ini tentu amat memberatkan bagi penduduk miskin karena mereka harus mengeluarkan biaya yang besar untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Jadi Solusinya Peningkatkan pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masyarakat dilaksanakan antara lain melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya, serta kelas III rumah sakit. Melalui upaya ini diharapkan tingkat disparitas status kesehatan antara penduduk kaya dan miskin semakin berkurang. Untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis di lapangan yang dihadapi oleh masyarakat miskin dalam mendapatkan pelayanan yang layak, misalnya hambatan administrasi dan prosedural, sosialisasi dan advokasi kepada institusi penyelenggara akan lebih ditingkatkan, di samping memperkuat pemantauan dan safe guarding. Selain itu, juga dilaksanakan peningkatan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya; pembangunan dan perbaikan rumah sakit terutama di daerah bencana dan tertinggal secara selektif; pengadaan obat, pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan; dan penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan. dan perlu meningkatkan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup sekurang-kurangnya peningkatan promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan dasar; peningkatan pelayanan kesehatan rujukan; pengembangan pelayanan dokter keluarga; serta peningkatan peran serta masyarakat dan sektor swasta dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Upaya lainnya dalam rangka peningkatan pemerataan, pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui penempatan tenaga dokter dan paramedis terutama di puskesmas dan rumah sakit di daerah tertinggal; peningkatan ketersediaan, pemerataan, mutu, dan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan, terutama untuk penduduk miskin; dan peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan rumah sakit.






Persiapan PKKMB



                                             PERSIAPAN PKKMB
            Bagi para maba di jurusan kesehatan masyarakat atau disingkat kesmas pastilah sangat rempong mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan saat PKKMB.
            Singkat cerita, ini dimulai ketika pertama kali TM tgl 21 Agustus 2015 hari jum’atdimana maba telah menempati tempat dikelompoknya masing-masing. Dan saya Fitria Nafisatin Nahari dengan nomor induk I1A015032 berada di kelompok KESPRO. Semua berjalan tenang hingga ada mbak trio hore yang memberikan pengumuman tugas-tugas yang harus dipersiapkan saat pkkmb. Mereka membaca tugas yang begitu banyak yang harus kami persiapkan di tiap-tiap slide mic. Power point dengan cepat dan hanya dibaca sekali. Kami pun maba tak kuasa mencatat semua tugas-tugas tersebut. Tapi untungnya ada salah seorang maba yang memotret tiap slide tadi.
            Segala informasi yang dibutuhkan telah dishare di grup line maba kesmas 2015. Sebelumnya setelah pulang dari TM kita telah membeli jus honey dan buku catatan ungu yang telah dijajakan di depan kampus kesmas.
            Hari esoknya, Sabtu 22 Agustus 2015 kami kelompok kespro janjian di depan kampus fakultas peternakan. Lalu setelah lengkap anggotanya kita berpisah mencari barang-barang yang harus dicari, baik tugas kelompok maupun tugas individu. Kita memasuki tiap-tiap took mencari barang-barang yang dibutuhkan untuk pkkmb. Yeahh.. ngeselin juga ada barang yang nggak bisa kita dapatkan, salah satunya air mineral perkakas (air 2tang>> aku aja baru denger ada merk ini).
            Rabu, 26 Agustus 2015. Setelah pulang dari PKKM hari terakhir, sorenya kami langsung capcus menuju lapangan kelurahan Karangwangkal untuk latihan senam bersama seluruh maba kesmas 2015 hingga maghrib. Malam harinya sebelum pukul 19.00 WIB kita harus berkumpul di depan kampus kesmas membawa barang-barang kelompok.
            Kita berlarian. Dari kejauhan terlihat komdis yang berbaju hitam. Kelompok kespro sudah sampai di depan kampus kesmas hampir saja telat, itu pun masih ada yang belum datang. Tak hanya itu, beberapa kelompok pun ada yang belum datang. Alhasil komdis memarahi kita. Kenapa nggak kompak???
            Setelah diperiksa mbak Raden Ayu, kelompok kespro salah papan nama kelompok, cocard angkatan sama belum bawa minyak kayu putih/fresh care.
            Huffftt…
            Bersambung……